Modal Burger Menu

Ketekunan Ibu Partini Mengantarkan Camilan Aria Menjangkau Rak Indomaret

Suara minyak mendesis dan aroma keripik yang baru diangkat dari wajan sudah menjadi bagian dari keseharian Ibu Partini. Di dapur sederhana miliknya di Mariyai, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, aktivitas produksi seolah tak pernah benar-benar berhenti, hari demi hari bahkan tahun demi tahun.

Perempuan yang lebih akrab disapa Ibu Aria ini memulai semuanya dari langkah kecil. Bukan dari rencana besar, melainkan dari kebutuhan untuk membantu perekonomian keluarga. “Karena faktor ekonomi, saya cari cara untuk bantu keluarga. Waktu itu saya lihat pisang jawa di sini kurang laku,” tuturnya.

Dari situ, ia mulai mengolah pisang menjadi keripik. Produk pertamanya dikenal sebagai Keripik Pisang Saleh, yang kemudian berkembang menjadi brand “Aria” dengan beragam varian camilan. Perjalanan itu ia jalani dengan penuh kesabaran. Ia menitipkan produknya dari satu kios ke kios lain di sekitar wilayah SP2, SP3, hingga Tugu Merah. Sedikit demi sedikit, kepercayaan mulai terbangun.

“Awalnya saya titip di kios-kios. Setahun kemudian baru bisa masuk ke toko seperti Saga dan Yohan,” kenangnya.

Usaha yang dirintisnya perlahan bertumbuh. Namun, salah satu titik penting dalam perjalanannya terjadi ketika produk Aria mulai menjadi bagian dari jaringan ritel modern melalui kemitraan dengan Indomaret. Sejak saat itu, jangkauan produknya semakin luas dan usahanya berkembang lebih pesat.

Kini, produk Aria telah dipasarkan di 70 toko Indomaret yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Sorong. Dari dapur sederhana, camilan buatannya kini hadir lebih dekat dengan masyarakat luas.

Tak hanya memperluas pasar, perkembangan ini juga membuka peluang bagi orang-orang di sekitarnya. Ibu Partini melibatkan keluarga, karyawan, hingga pelaku UMKM lain dalam proses produksi. Beragam produk pun terus dikembangkan, mulai dari keripik keladi, singkong, sukun, rengginang udang, hingga kue putar.

Di balik semua itu, ada satu prinsip yang ia pegang teguh sejak awal. “Dari awal saya sudah tanamkan ke diri saya, harus konsisten. Jadi sampai sekarang, kami belum pernah libur produksi,” ujarnya.

Bagi Ibu Partini, bergabung dengan jaringan ritel modern bukan hanya soal memperluas pasar, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus menjaga kualitas dan keberlanjutan usaha. Ke depan, ia masih menyimpan harapan untuk mengembangkan produknya lebih jauh lagi. “Mau tambah produk lagi, tidak hanya yang sekarang. Ke depan juga mau masuk ke daerah lain seperti Jayapura dan Manokwari,” katanya.

Di tengah perjalanan panjangnya, pesan yang ingin ia bagikan tetap sederhana. “Jangan patah semangat dan terus konsisten. Kuncinya cuma satu, yaitu konsisten.” Dari sesuatu yang dulu dianggap kurang bernilai, Ibu Partini melihat peluang. Dengan ketekunan yang dijaga tanpa jeda, ia membuktikan bahwa usaha kecil bisa tumbuh dan berkembang, terutama ketika konsistensi bertemu dengan kesempatan yang tepat.