Modal Burger Menu

Kolaborasi Indomaret Bersama Petani Milenial dan UGM, Hasilkan Semangka Berkualitas Unggul

Pagi itu, Senin (27/4/202), hamparan lahan di Desa Sumberadi, Kecamatan Melati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tampak berbeda. Deretan semangka non-biji berwarna hijau segar memenuhi area demonstration plot (demplot) seluas kurang lebih 2.500 meter persegi. Di tengah suasana yang hangat, para petani, akademisi, pemerintah daerah, hingga perwakilan sektor swasta berkumpul dalam tradisi wiwitan panen, sebuah simbol rasa syukur sekaligus harapan akan masa depan pertanian yang semakin maju.        

Di balik buah-buah semangka yang siap dipanen itu, tersimpan perjalanan panjang kolaborasi yang dimulai sejak 24 Oktober 2023. Petani Milenial Sleman bersama Indomaret dan Fakultas Pertanian UGM membangun sebuah program pengembangan hortikultura modern yang tidak hanya mengejar hasil panen, tetapi juga mengubah cara pandang terhadap dunia pertanian. Lahan pertanian tidak lagi dipandang sekadar tempat bercocok tanam, melainkan ruang tumbuh bagi inovasi, teknologi, dan peluang ekonomi baru.

Melalui pendampingan intensif dari akademisi, para petani mulai menerapkan teknik budidaya yang lebih terukur dan modern. Pengelolaan lahan dilakukan lebih optimal, penggunaan teknologi tepat guna diterapkan di lapangan, hingga pola tanam mulai disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Hasilnya, sebanyak 1.474 tanaman semangka berhasil dibudidayakan dan dipanen pada usia 60 hari setelah tanam dengan estimasi produksi mencapai 4 hingga 5 ton buah berkualitas baik dan seragam.

Dalam kolaborasi ini, Indomaret tidak hanya hadir sebagai mitra penyerapan hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan petani. Melalui dukungan terhadap pola tanam berbasis kebutuhan pasar modern, Indomaret membantu membuka akses distribusi yang lebih luas sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani. Hingga saat ini, total serapan hasil panen telah mencapai sekitar 158 ton, memberikan rasa aman bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil budidaya.

Suasana panen pun terasa semakin istimewa dengan hadirnya berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Hadir di antaranya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Ir. Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si. Kepala BPSDMP DIY, Anita Windrati Syarifuddin, S.P., M.M.A., Kepala BRMP DIY, Dr. Soeharsono, S.Pt., M.Si., Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Direktur Polbangtan Yogyakarta – Magelang Hermawan, S.Pt., M.P., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Janabadra, Dr. Ir. Titiek Wurjaningsih, M.P., Kepala Bidang Penyuluhan DPPP Kabupaten Sleman, Wayan Sumiyati, S.P serta Microeconomics Executive Director PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Feki Oktavianus. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam mendukung pertanian yang berkelanjutan.

Tidak berhenti pada panen, kegiatan juga dilanjutkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang membahas arah pengembangan usaha tani ke depan. Diskusi menyoroti pentingnya pola tanam berbasis kebutuhan pasar, peningkatan produktivitas, hingga pembentukan pola pikir bisnis di kalangan petani. Regenerasi petani turut menjadi perhatian utama melalui dukungan program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), yang mendorong lahirnya generasi petani muda yang adaptif dan inovatif.

Wiwitan panen semangka non-biji ini pada akhirnya bukan sekadar seremoni awal panen, melainkan simbol transformasi pertanian Indonesia menjadi lebih modern, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dari lahan di Sleman, lahir harapan bahwa sinergi antara petani, akademisi, pemerintah, dan sektor swasta dapat terus diperkuat demi meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus membuka jalan bagi generasi muda untuk kembali melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan di masa depan.