Modal Burger Menu

Saat UMKM Mencari Ruang Tumbuh, Indogrosir Hadir sebagai Jembatan Pasar

Sejak didirikan pada tahun 1993, Indogrosir tidak hanya tumbuh sebagai raksasa perkulakan (wholesaler), tetapi juga menjadi inkubator bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, UMKM kerap dihadapkan pada tantangan klasik: keterbatasan akses distribusi, minimnya ruang eksposur, serta sulitnya menembus pasar modern. Tanpa dukungan ekosistem yang tepat, banyak produk lokal berkualitas yang akhirnya hanya berputar di lingkup komunitasnya sendiri.

Dunia ritel pun seringkali dipersepsikan sebagai ruang yang sulit ditembus oleh pelaku usaha kecil. Namun, di bawah naungan PT Inti Cakrawala Citra, Indogrosir hadir sebagai jembatan yang mempertemukan potensi UMKM dengan kebutuhan pasar. Dengan memiliki lebih dari 31 cabang yang tersebar di kota-kota besar Indonesia, Indogrosir membuka akses seluas-luasnya bagi produk UMKM untuk dipasarkan berdampingan dengan merek global, sehingga peluang untuk dikenal konsumen menjadi semakin terbuka.

Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui kehadiran Meja Ambalan, sebagai sarana display khusus produk UMKM yang kini tersedia di seluruh cabang Indogrosir yang tersebar dari barat hingga timur Indonesia. Mulai dari Medan, Pekanbaru, Batam, Jambi, Palembang, Lampung, Tangerang, Cikokol, Ciputat, Kemayoran, Cipinang, Bekasi, Bogor, Sukabumi, Karawang, Bandung, Purwokerto, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Manado, Gorontalo, Kendari, hingga Ambon.

Lebih dari sekadar area display, Meja Ambalan menjadi ruang eksposur strategis bagi produk lokal agar lebih mudah dikenali oleh pedagang maupun konsumen. Beragam produk khas daerah, mulai dari makanan ringan hingga produk olahan lokal, mendapatkan panggung yang setara dalam ekosistem Indogrosir, memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Dukungan ini diperkuat oleh ekosistem keanggotaan Indogrosir yang solid. Melalui keanggotaan Member Merah, Indogrosir melayani hampir 300.000 pedagang kecil, toko kelontong, koperasi, pelaku HOREKA, hingga minimarket. Sementara itu, untuk menjangkau konsumen akhir, Indogrosir juga menghadirkan skema Member Biru yang diperuntukkan bagi pembeli individu (end user).

Pada akhirnya, kehadiran produk UMKM di rak Indogrosir memberikan manfaat ganda. Bagi UMKM, ini menjadi akses distribusi berskala nasional yang membuka jalan untuk bertumbuh secara berkelanjutan. Sementara bagi pedagang kecil dan konsumen, ini merupakan kesempatan untuk memperoleh produk lokal berkualitas dengan harga yang kompetitif, sekaligus ikut mendukung perputaran ekonomi di tingkat lokal.