Modal Burger Menu

Sinergi Indomaret Group, Kemendag, dan BRI Perkuat Kewirausahaan Pascapurnabakti

Indomaret Group bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia melalui penyelenggaraan workshop Program Toko Mandiri Indogrosir (TMI) bagi peserta purnabakti. Program ini diharapkan menjadi salah satu alternatif usaha bagi karyawan Kemendag yang memasuki masa purnabakti agar tetap produktif dan mandiri secara ekonomi. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso, M.Si., CEO Indomaret Group, Sinarman Jonatan, Direktur Consumer Banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Aris Hartanto, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Drs. Isy Karim, M.Si.

Kolaborasi tersebut juga diwujudkan melalui peluncuran gerai Point Coffee di lingkungan Kementerian Perdagangan serta peresmian pemasaran produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pilihan Budi Santoso (Busan) di toko tersebut. Dengan dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), rangkaian kegiatan ini tidak hanya membuka peluang usaha bagi para peserta purnabakti melalui Program Toko Mandiri Indogrosir (TMI), tetapi juga memperkuat akses pasar bagi produk-produk UMKM sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem perdagangan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Program Toko Mandiri Indogrosir memberikan kemudahan bagi para calon purnabakti untuk memulai usaha ritel. Dengan investasi yang relatif terjangkau, peserta tidak perlu membangun usaha dari nol karena sistem operasional, pasokan barang, penataan toko, hingga pendampingan pengelolaan usaha telah dipersiapkan oleh Indomaret Group. Dukungan pembiayaan dari BRI juga menjadi nilai tambah agar masyarakat semakin mudah mewujudkan rencana usahanya,” ujar Mendag.

Menurutnya, pengalaman, jaringan, dan waktu yang dimiliki para purnabakti merupakan modal berharga untuk membangun usaha yang produktif. Karena itu, Kemendag terus menghadirkan berbagai program yang dapat membuka peluang usaha, salah satunya melalui kolaborasi dengan Indomaret Group dan BRI ini.

Selain mendorong lahirnya wirausaha baru, Mendag juga mengajak para peserta purnabakti untuk memanfaatkan berbagai program pengembangan UMKM yang dimiliki Kementerian Perdagangan, termasuk UMKM Bisa Ekspor. Melalui program tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan dan kesempatan mengikuti business matching dengan calon pembeli dari berbagai negara. Menurutnya, para purnabakti tidak harus memiliki produk sendiri, tetapi juga dapat mengambil peran sebagai agregator yang menghimpun dan menyiapkan produk-produk UMKM agar memenuhi standar pasar ekspor.

“Kami ingin para purnabakti tetap tumbuh bersama dan terus berkarya. Memasuki masa pensiun bukan berarti berhenti produktif, justru menjadi kesempatan untuk lebih leluasa berinovasi dan membangun usaha,” imbuh Mendag.

Menurut Sinarman, jumlah wirausaha di Indonesia masih perlu terus ditingkatkan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sejak berdiri pada tahun 1988, Indomaret Group tidak hanya berfokus membangun jaringan ritel, tetapi juga berkomitmen menciptakan ekosistem usaha yang bertumbuh bersama para pelaku UMKM, mitra, dan masyarakat. Sinarman juga mengajak para peserta untuk tidak ragu memulai usaha meskipun memasuki babak baru setelah pensiun.

“Sering kali pertanyaan yang muncul menjelang masa pensiun adalah, setelah pensiun mau apa? Melalui kolaborasi ini, pertanyaan tersebut dijawab dengan sebuah peluang nyata, yaitu berwirausaha. Kami mengapresiasi inisiatif Kementerian Perdagangan yang mendorong para peserta purnabakti untuk tetap produktif dan mandiri melalui Program Toko Mandiri Indogrosir,” ujar Sinarman.

Ia menambahkan bahwa semangat berwirausaha tidak dibatasi oleh usia. Dengan dukungan ekosistem usaha yang telah dibangun Indomaret Group, para peserta purnabakti diharapkan memiliki kesempatan untuk membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus ikut memperkuat pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Komitmen Indomaret Group terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat diwujudkan melalui berbagai program yang dijalankan secara berkelanjutan. Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, Indomaret Group saat ini mengoperasikan lebih dari 24.000 toko Indomaret, 32 store Indogrosir, lebih dari 4.200 gerai Point Coffee, dan 2.356 warung modern TMI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran jaringan tersebut tidak hanya memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan pelaku usaha dan penggerak ekonomi lokal.

Hingga saat ini, Indomaret Group telah bermitra dengan sekitar 1.200 pemasok UMKM yang memasok lebih dari 3.000 produk UMKM di jaringan ritel Indomaret dan Indogrosir pada 411 kota/ kabupaten di Indonesia. Selain itu, terdapat 12.500 mitra kuliner UMKM yang berusaha di Teras Indomaret, 400.000 warung yang bermitra dengan Indogrosir, 680 petani lokal yang bermitra dengan Indomaret di 17 kota/ kabupaten, serta lebih dari 4.250 mitra waralaba yang berkembang bersama Indomaret.

Melalui kolaborasi ini, Kemendag, Indomaret Group, dan BRI berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk membangun usaha secara mandiri, memperkuat daya saing UMKM, serta menciptakan ekosistem perdagangan yang inklusif dan berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.