Modal Burger Menu

Wamendag Apresiasi Komitmen Indomaret Dukung UMKM Lokal saat Kunjungan di Surabaya

Suasana siang itu di gerai Indomaret Fresh Wiyung 2, Surabaya, tampak sedikit berbeda. Di antara rak-rak produk kebutuhan sehari-hari, perhatian Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, B.A., M.Sc., tertuju pada deretan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang dipajang cukup mencolok di area toko. Satu per satu produk diperhatikan, mulai dari kemasan, penempatan display, hingga peluang pasarnya di tengah masyarakat.

Kunjungan pada Selasa, 28 April 2026 tersebut menjadi bagian dari peninjauan langsung Kementerian Perdagangan terhadap pengembangan UMKM lokal yang telah masuk ke jaringan ritel modern. Sebelum tiba di toko, Wamendag terlebih dahulu mengunjungi rumah produksi Bron Chips, salah satu UMKM binaan Indomaret asal Surabaya yang berkembang dari usaha olahan brownies menjadi camilan renyah dengan berbagai varian rasa.

Di rumah produksi tersebut, Wamendag melihat langsung proses produksi sekaligus mendengar cerita perjalanan usaha yang kini mulai berkembang lebih luas. Bron Chips sendiri juga telah mengikuti Export Coaching Program (ECP) Kementerian Perdagangan sebagai langkah meningkatkan kapasitas usaha dan membuka peluang menuju pasar ekspor.

Namun perhatian utama Wamendag tidak hanya tertuju pada produknya, melainkan bagaimana produk-produk UMKM lokal dapat memperoleh akses pasar yang lebih besar melalui jaringan ritel modern. Hal itu terlihat saat ia meninjau area display UMKM di gerai Indomaret Fresh Wiyung 2.

“Kebetulan kita meninjau beberapa UMKM yang sudah kami fasilitasi sehingga bisa sampai di sini. Apresiasi juga kami berikan kepada Indomaret karena mempunyai komitmen untuk mendukung UMKM lokal dari segi pemasarannya. Tentu ketika produknya masuk ke Indomaret semakin banyak orang yang bisa mengenal produk-produk tersebut,” ujar Dyah.

Menurutnya, penempatan produk UMKM di area yang mudah terlihat menjadi salah satu bentuk dukungan nyata agar produk lokal semakin dikenal masyarakat. “Salah satunya tadi, kebetulan kita mengunjungi Bron Chips. Lokasinya tidak jauh dari sini dan produknya sudah terpampang di sini dengan sangat nyaman dan keren. Untuk positioningnya juga ketika masuk bisa langsung kelihatan,” lanjutnya.

Hadir mendampingi kunjungan Wamendag, Microeconomics Project Executive PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Purwanto Wahyudi dan Branch Manager Indomaret Cabang Surabaya, Mochamad Ikhwana. Kehadiran UMKM di jaringan ritel modern bukan sekadar membuka akses penjualan, tetapi juga membantu pelaku usaha lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan. “Indomaret terus berupaya membantu UMKM lokal agar bisa berkembang lebih luas, mulai dari pendampingan, peningkatan kualitas produk, hingga membuka akses pemasaran melalui jaringan toko Indomaret di berbagai daerah,” ungkap Purwanto.

Dalam kunjungan tersebut, Wamendag juga berkesempatan melakukan transaksi pembelian produk UMKM menggunakan i.saku. Momen sederhana itu menjadi gambaran bagaimana kolaborasi antara pemerintah, UMKM, dan ritel modern dapat berjalan berdampingan untuk mendorong produk lokal semakin dekat dengan masyarakat.

Bagi banyak pelaku UMKM, masuk ke jaringan ritel modern bukan hanya soal produk terpajang di rak toko. Lebih dari itu, ada harapan baru agar usaha lokal dapat terus tumbuh, dikenal lebih luas, dan memiliki kesempatan bersaing di pasar yang lebih besar.