Modal Burger Menu

Dari Donasi Pelanggan, Indomaret dan Wahana Visi Indonesia Bangun Akses Air Bersih untuk 196 Rumah Tangga

Ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, terutama di wilayah yang jauh dari sumber air. Kebutuhan dasar ini sering kali harus dipenuhi dengan upaya ekstra, baik dari segi waktu maupun tenaga.

Melalui kolaborasi antara Indomaret dan Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui penggalangan donasi pelanggan, upaya untuk menjawab tantangan tersebut diwujudkan dalam pembangunan jaringan air bersih sepanjang kurang lebih 11 kilometer. Infrastruktur ini dirancang untuk menjangkau 196 rumah tangga di tiga wilayah, yakni Dusun Potu (Desa Mautenda), Dusun Otorajo (Desa Ratewati), dan Dusun Aekole (Desa Aemuri).

Dengan adanya jaringan ini, akses air bersih menjadi lebih dekat dan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. Dampaknya tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga pada efisiensi waktu dan peningkatan kualitas hidup secara umum.

Peresmian bantuan dilakukan oleh Bupati Ende, Yosef Benediktus Bedeoda, Marcomm Senior Manager PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Bambang Trijanto, Deputy Branch Manager Indomaret Cabang Malang, Fhiter Tandoko, dan Program Manajer WVI zona NTT, Portunatas B. Tamba pada Selasa (28/4/2026), sekaligus menandai mulai dimanfaatkannya fasilitas yang telah dibangun. Untuk mendukung keberlanjutan distribusi air, turut dibangun tiga unit penampungan air yang dilengkapi dengan mesin penyedot bertenaga surya.

Selain pembangunan infrastruktur air, program ini juga mencakup pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, melalui pembangunan delapan kandang ayam petelur di Dusun Potu, Desa Mautenda. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga setempat.

Pemenuhan kebutuhan air bersih di tiga wilayah tersebut terwujud melalui dana yang terkumpul dari Program Peduli Anak Sehat yang dihimpun dari 1 Januari – 30 April 2025 sebesar Rp 2.854.703.809. Program ini turut didukung oleh swadaya masyarakat setempat, baik dalam bentuk tenaga maupun materi, yang secara ekonomi diperkirakan mencapai Rp 120.950.000. Sebelumnya, pada Maret 2026, bantuan serupa berupa pembangunan jaringan air bersih juga telah diresmikan di Manggarai Timur sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperluas akses air bersih di wilayah Nusa Tenggara Timur.