Modal Burger Menu

Manisnya Sukses Pukis & Bikang Bogamas di Teras Indomaret Surabaya

SURABAYA — Berawal dari dapur produksi sederhana di Surabaya, Kuswinarno (51) terus mengembangkan usaha kue tradisional yang dirintisnya sejak 2002. Pukis dan bikang menjadi produk andalannya melalui merek Pukis & Bikang Bogamas.

Kecintaan terhadap kue tradisional menjadi alasan Kuswinarno memilih usaha tersebut. Baginya, kue tradisional memiliki daya tarik tersendiri di tengah beragam pilihan kuliner yang terus berkembang. Dengan semangat untuk menjalankan usaha yang diminatinya, sejak tahun 2002 ia mulai merintis produksi kue basah dan menjadikannya sebagai sumber penghasilan bersama keluarga.

Perjalanan usaha tentu tidak selalu berjalan mulus. Kuswinarno merasakan sendiri bagaimana permintaan dapat meningkat pada momen-momen tertentu, sementara di sisi lain kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan yang harus dihadapi. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti. Bersama keluarga, ia terus menjaga kualitas produk sekaligus mencari cara agar usahanya dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

Salah satu langkah yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya adalah bergabung sebagai Mitra Sewa Teras Indomaret. “Saya memilih memanfaatkan area teras gerai Indomaret sebagai lokasi untuk memasarkan produknya karena jaringan gerainya memiliki lalu lintas konsumen yang sangat potensial dan stabil,” ujarnya bersemangat.

Keberadaan gerai Indomaret yang berada di lokasi strategis memberikan kesempatan baginya untuk lebih dekat dengan konsumen dan memperluas jangkauan penjualan. Kini, Pukis & Bikang Bogamas semakin dikenal dan berkembang, saat ini telah tersedia di 5 teras-teras gerai Indomaret Pogot Surabaya, Gempol Kurung, Ploso Baru, Kapasan, dan Semolowaru. Selain mengandalkan penjualan secara langsung, ia juga memanfaatkan layanan pesan-antar makanan daring untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas.

Di balik kesuksesan tersebut, proses pembuatan kue tetap dilakukan dengan perhatian pada kualitas. Pukis dibuat melalui proses fermentasi adonan sebelum dipanggang dan diberi topping, sementara bikang dibuat dengan teknik khusus untuk menghasilkan tekstur berserat dan bentuk merekah seperti bunga.

“Setiap prosesnya, kami lakukan secara konsisten sebagai upaya mempertahankan cita rasa kue tradisional di tengah persaingan kuliner yang semakin beragam,” imbuh bapak 4 anak ini.

Perjalanan Kuswinarno menjadi gambaran bahwa ketekunan dan keberanian untuk memulai dapat membuka jalan menuju perkembangan usaha yang lebih besar. Kemitraan melalui teras Indomaret tidak hanya memberikan ruang bagi UMKM untuk berjualan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk bertemu langsung dengan konsumen dan mengembangkan pasar. Ke depan, Kuswinarno masih terus mencari peluang untuk memperluas usahanya. Baginya, kesuksesan bukan sesuatu yang datang secara instan. “Mulailah dari sekarang karena kesuksesan tidak ada yang instan,” pesannya kepada masyarakat yang ingin memulai usaha sembari menutup wawancara dengan tim Indomaret.